Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Bunga Jalanan

Hati terkoyak sangat dalam
Merangkaki kehidupan tak berbelas kasih
Berteriak, menangis, merintih
Melewati jalanan tak beraspal dalam kehidupan

Insan mana yang ingin menjalani kehidupan ini
Mengharuskan segumpal hati tuk bertahan
Tak ada yang bisa aku lakukan
Tak ada yang sanggup aku perbuat
Demi selembar uang berharga untuk hidup matiku
Aku rela berada dalam gemerlap nafsu anak adam tak beradab

Tuhan, sungguh nistanya diriku
Berada dalam kehidupan jauh dari cahaya-Mu
Aku merindukan kehangatan hadir diri-Mu
Untuk berdiri tegak menyongsong kehidupan

Seandainya aku sekuat karang
Tak akan aku lakukan pekerjaan hina ini
Tetapi, diriku hanya manusia lemah tak berdaya

Sungguh bodoh dan terpedaya diriku,
Harus bertekuk lutut ditengah jahatnya nafsu anak Adam

Kenapa terjadi padaku?
Mengapa sembilu tajam menyayat hidupku?

Beribu air mata ku teteskan, namun tak merubah kehidupan
Apakah aku harus terlena dalam buaian dosa?
Tentu, TIDAK.


Sejengkal langkahku semakin memperkelam hidupku
Menyayat hati yang penuh nista
Nun jauh di sana,
Terhampar kebahagiaan hakiki

Haruskah aku hanya menyesali hidup ini?
Sementara tak ada jalan pulang untuk pergi
Sorot mata jijik tertuju padaku
Hanya menunjukkan betapa suram diriku

Apakah ini tak bisa pergi?
Sehingga tak satupun orang memahami
Jiwaku menjerit, meronta, dan menggeliat tiada henti
Tetapi aku tak kuasa tuk bersih dari dosa

Tuhan, mengapa kau tak adil padaku?
Ku sadar aku tak ubahnya butiran pasir yang kapanpun orang menginjak dengan leluasa
Tuhan maafkan aku yang nista berdosa
Ku ingin mengejar bintang dan bermayam di awan

Wahai pencipta nur, ku ingin terlepas dari neraka yang mengelilingiku
Ku ingin semua insan melihat ketulusan senyumku
Ku ingin bebas dari bayang-bayang pekat dalam diriku
Ku ingin terlihat elok bagaikan cahaya bintang nun jauh tinggi
Kini, ku sematkan iman dan tobatku hanya padamu
Luruh hati ikhlas menerima karma-Mu
Tuhan, mungkinkah kau masih menyayangiku?
Diriku yang tak ada daya dan arti dimata-Mu
Namun, aku tahu kau pemberi hidup yang tulus

Kini, ku alunkan harapan-harapanku
Tuk jadi insanmu cerahkan dunia
Aku hanya tahu ‘Tak ada manusia yang sempurna’

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar